Perihal

Charuban adalah situs media daring sekaligus promosional untuk gen milenial iq normal. Format penyajian berita dan informasi didalamnya diupayakan dapat memberikan pengetahuan sedikit lebih dalam dengan pranala berguna ke situs-situs rujukan. Jadi konten yang disajikan Charuban sebagai bacaan gen milenial bukan sekedar berita numpang lewat saja.

Lantas, kenapa disebut “Bacaan Gen Milenial IQ Normal”?

Pertamax, kita jelaskan dulu Gen Milenial. Istilah ini hanya terminologi untuk membedakan fase suatu generasi. Biasanya orang marketing yang suka mengidentifikasi target pasar produk berdasarkan gender, usia, profesi, kebiasaan, dll.

Gen Milenial adalah mereka yang dilahirkan pas di era revolusi Internet fase pertama terjadi yaitu antara kelahiran tahun 1980-2000-an akhir. Ini terminologi menurut saya saja. Jadi kalau sekarang tahun 2017, mereka paling muda 17 tahun dan paling tua umurnya 37 tahunan, atau katakan saja dari remaja mau lulus SMA sampai sudah dewasa dengan pengalaman lumayan dan sudah berkeluarga. Penjelasan komprehensif mengenai segmentasi generasi ini bisa dibaca disini.

Di Indonesia populasi usia 17-37 tahun sekitar 34-35 persen dari jumlah total penduduk Indonesia. Tentu saja di segmen ini generasi milenialnya punya macam-macam kategori. Tapi secara umum, generasi milenial  dibentang tahun tersebut adalah pribumi era digital sehingga tidak bisa dilepaskan dari teknologi terutama internet dan high tech recreational toys semisal drone, games, entertainment/hiburan, fit & health, travelling/adventure, dan not but at least kuliner yang menjadi kebutuhan pokok bagi generasi ini.

Tentu saja derajat kebutuhannya beda-beda, meskipun ada ciri bersama yang bisa menerabas strata kelas tradisional yaitu kepemilikan dan kesukaan mereka atas gadget jenis smartphone dan kebiasaan selfie dan mengekspresikan diri. Bahkan seringkali kebiasaan selfie ini membuat kecanduan. Makanya, tidak heran, di generasi milenial yang cukup umur dan sudah menikah banyak yang terjadi perceraian karena gara-gara ekspresi diri di media sosial atau chat di Whatsapp yang kebablasan.

Mereka yang lahir awal tahun 80-an awal sampai pertengahan 80-an, berusia 15 sampai 20 tahun. Tahun 2000 mereka sudah mengenal Internet dalam bentuknya sebagai komunitas maupun media personal seperti jurnal, blog, forum, media daring seperti detik com  dan media sosial seperti Friendster. Merekapun akrab dengan milis, baik milis politik seperti apakabar ataupun milis alumni sekolah.

Sampai pertengahan 2000-an Internet masih sangat eksklusif dimana akses utamanya dari Notebook dan PC dari kantor, universitas dan warnet. Diatas 2005, di usia 20-25 an tahun, generasi milenial awal mulai mengenal smartphone yang lebih canggih dengan kemampuan konvergensi multimedia, ponsel, kamera, audi, video. Disaat yang sama, kelahiran tahun 2000 sampai 2010 kemudian disebut sebagai generasi Z yang umumnya punya orang tua generasi Milenial. Generasi Z adalah generasi yang sudah sejak balita diperkenalkan dengan smarthphone atau gadget oleh orangtuanya.

Era medsos pun muncul dan meroket cepat ketika Twitter dan Facebook mulai dikenal banyak orang di generasi milenial awal ini. Pola konsumsi informasi pun meningkat, demikian juga produksi informasi meningkat pesat seolah banjir bandang terjadi masuk ke benak kita.

Saking pesatnya informasi bersliweran, orang akhirnya sudah biasa dengan kecenderungan baru. Mereka tidak membaca informasi dengan seksama tapi melakukan scanning cepat. Kemudian interaksi cepat pun dilakukan dengan tombol like, share, comment dll. yang semakin membuat internet dan media sosialnya riuh rendah.

Disisi  lain, kebiasaan menulis yang lebih seksama berkurang, blog mulai sepi kecuali blog-blog akademis, blog abal-abal yang memburu adsense dengan isi yang itu-itu saja dan menjengkelkan; bahkan beberapa di antaranya menjadi sumber spamming.

Keadaan semakin buruk ketika informasi palsu dan hoax diproduksi orang untuk tujuan-tujuan pragmatis tertentu mulai dari promosi, kampanye politik, penipuan dll. Internet pun seperti lautan yang tiba-tiba dipenuhi sampah-sampah kotor dari kapal-kapal yang berlayar diatasnya.

Dan dunia kaum milenial pun sudah menjadi dunia baru ketika tahun 2010 dilewati. Dunia yang rentan dimanipulasi oleh sebuah berita , info hoax, foto absurd, sampai sains purba semacam teori bumi datar yang tiba-tiba marak dan tanpa sadar menyedot kuota pulsa smartphone kita. Konspirasipun muncul dan berkembang sehingga makin mengaburkan apa yang sebenarnya terjadi. Kebohongan pun menyeruak hebat dan dielu-elukan, digoreng dan akhirnya disebar menjadi sumber penyesatan masal. Kasus terungkapnya plagiasi konten di kalangan remaja post milenial, remaja yang lahir awal 200o-an, munculnya plagiasi di kalangan intelektual dan akademik (kasus Universitas Negeri Jakarta), terbongkarnya kebohongan seorang ilmuwan muda (kasus Dwi hartanto) , dan kemunculan Kids Zaman Now yang menghebohkan dan membuat cemas orang tua milenial, akhirnya membangun ekosistem digital yang semakin buruk “jika kita sebagai gen milenial – entah masih remaja atau sudah menuju kepala 40 bahkan mungkin lebih – tidak kembali seksama membaca berita maupun informasi yang masuk, tidak tabayun dan mudah gatal dengan ibu jari dan telunjuk kita sendiri yang sehari-hari setiap detik menggenggam ponsel sehingga gatal tangan ikut-ikutan menyebar konten negatif“.

Karena itulah Charuban.Com memposisikan diri sebagai “bacaan gen milenial dengan iq normal” dimana berita, informasi, foto, dan video berenergi positif dipublikasikan. Dalam arti, dengan pemikiran yang cerdas, bernas, dewasa, pembaca gen milenial iq normal tidak mudah terkelabui baik dengan kata-kata, gambar, video dan tampilan sesaat yang sering menggoda emosi kita.

Untuk bisa mencerna berita dan informasi yang masuk, pada akhirnya perlu pendalaman atas konten yang disajikan sehingga kita masih bisa mencerna dengan normal dan wajar. Tak perlu jadi manusia ber iq 200 untuk memahami apa yang terjadi di sekitar kita. Tapi dengan kesadaran yang lebih mendalam lah kita akan tahu dan memahami apa yang terjadi dan akhirnya semua itu akan menjadi masukan untuk memilah dan memilih apa yang seharusnya diputuskan untuk kehidupan diri sendiri maupun anak cucu nanti.

Nah, jika Anda begitu, itulah Anda seorang pembaca dari Charuban dot Com – Bacaan Gen Milenial IQ Normal yang menjadi pengarah dan pembimbing generasi Z supaya tidak berkembang menjadi generasi IQ satu dijit.

ttd

Kuncen Charuban.Com

@tmo

Sponsor

Situs ini disponsori oleh PT Charuban Reka Buana (CRB) pengelola Charuban Convention Center atau Gedung Wanita