adminch Mei 15, 2018

Tak kurang Kapolri Tito Karnavian yang mengklaim serangkaian serangan teror di Jakarta dan Surabaya merupakan “tindakan balas dendam” kelompok Jemaah Ansharud Daulah alias JAD. Ia mengatakan aksi tersebut merupakan reaksi atas keberhasilan polisi meringkus dua petinggi JAD, Aman Abdurrahman dan Zainal Anshori.

“Serangan ini dilakukan JAD yang merupakan kelompok pendukung ISIS di Indonesia dan didirikan Aman Abdurrahman,” kata Tito kepada The Jakarta Post. “Mereka maunya main panas. Begitu ada penangkapan, maunya ada pembalasan,” imbuhnya lagi.

Serangan di Surabaya diduga dikoordinasikan oleh Dita Supriyatno, Ketua JAD Surabaya. Ia dikabarkan mengerahkan anggota keluarganya dan tewas saat meledakkan diri di Gereja Pantekosta Pusat, Surabaya.

JAD dibentuk pada 2015 silam oleh 21 organisasi teror yang mendeklarasikan kesetiaan pada Islamic State, seperti Majelis Indonesia Timur dan Barat, Ikhwan Mujahid Indonesi fil Jazirah al-Muluk, Khilafatul Muslimin, dll. Sejak itu organisasi ini sudah berulangkali melancarkan serangan di tanah air.

Ketika masih dipimpin Aman, JAD antara lain bertanggungjawab atas serangan bom Thamrin dan Kampung Melayu, bom di Polres Surakarta, penyerangan Mapolres Banyumas, bom panci di Bandung, baku tembak di Tuban, Jawa Timur, penyerangan pos kepolisian di Banten dan pengeboman Gereja Oikumene di Samarinda.

Pertautan Aman dengan ISIS mulai tercium publik ketika dia mengeluarkan fatwa jelang serangan bom Thamrin 2016 silam. “Berhijrahlah ke negara Islam dan jika tidak mampu, maka berjihadlah di negara masing-masing,” tulisnya.

Sejak 2017 silam pemerintah AS menempatkan JAD dalam daftar organisasi teror dan melarang semua perusahaan AS berurusan dengan kelompok tersebut.

Dalam aksinya JAD berulangkali menggandeng organisasi teror lain, Jamaah Ansharut Tauhid alias JAT yang merupakan kelompok pecahan Jemaah Islamiyah. JAT yang dibentuk tahun 2008 oleh Abu Bakar Ba’asyir diyakini beranggotakan hingga 2.000 orang. Namun menyusul penangkapan terhadap Ba’asyir, polisi mengklaim aktivitas JAT banyak berkurang.

Kali ini JAD diyakini menyiapkan rencana besar untuk menggandakan operasinya di Indonesia. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengklaim JAD telah mendapat perintah dari Afghanistan terkait pemindahan operasi dari Filipina. kalian harus tahu di dalam perintah dari Kabul, mereka akan memindahkan Marawi ke sini,” ujarnya seperti dilansir Kompas.

Ideolog JAD

Sementara itu, peneliti dari Pusat Kajian Terorisme dan Konflik Sosial Universitas Indonesia Solahudin saat hadir sebagai saksi ahli dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (17/4/2018), menyatakan bahwa Aman Abdurrahman merupakan seorang ideolog yang penting.

“Terdakwa adalah salah seorang ideolog terpenting kalau kita bicara tentang ISIS Indonesia. Sebagai ideolog, maka dia menjadi sumber rujukan dari berbagai tindakan perbuatan kelompok-kelompok teror, terutama yang berafiliasi dengan ISIS,” ujar Solahudin.

Menurut Solahudin, berdasarkan hasil penelitiannya, ada beberapa alasan yang membuat Aman menjadi rujukan.

Pertama, Aman dikenal sebagai orang yang memiliki komitmen ideologi yang sangat tinggi di kalangan kelompok ekstremis. Dia juga sangat kukuh memegang keyakinannya.

Selain itu, kelompoknya menganggap Aman memiliki pengetahuan agama yang mumpuni, karena lulus dengan predikat cum laude dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta.

“Dia juga punya hapalan yang sangat hebat di mata pengikutnya. Dia dikenal sebagai hafiz, juga mengenal berbagai kitab fiqih. Dia juga mampu menerjemahkan tulisan-tulisan,” kata Solahudin.

Tak hanya itu, Solahudin menyebut, buku seri materi tauhid karangan Aman juga dijadikan rujukan dalam program pembinaan kelompok ekstremis.

Sementara itu, Aman merasa keberatan dengan hasil penelitian Solahudin. Sebab, Aman merasa orang-orang yang diwawancara oleh Solahudin dalam penelitiannya bukanlah muridnya.

“Koresponden yang dipilih oleh ahli adalah orang-orang yang bukan murid saya. Jadi, penelitiannya tidak pas. Kalau mau, wawancara saya, datang kepada saya,” ucap Aman.

Adapun Aman Abdurrahman didakwa menggerakkan orang untuk melakukan berbagai aksi terorisme, termasuk bom Thamrin dan Samarinda.

Aman menggerakkan orang untuk melakukan teror dengan berceramah. Materi ceramah itu diambil dari buku seri materi tauhid karangannya sendiri.

Berbagai sumber

Please follow and like us:

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*