adminch Mei 14, 2018

Mungkin banyak orang yang sekarang tak habis fikir, bagaimana satu keluarga yang nampaknya harmonis terpapar virus ideologi revolusioner dan akhirnya rela mengorbankan jiwanya menjadi bomber bunuh diri? 

Itulah yang terjadi dengan pasutri  Dita Oepriarto dan Puji Kuswati jadi pelaku bom gereja di Surabaya. Keduanya dikenal biasa oleh tetangga. Tak ada hal yang mencurigakan.

Dita dan Puji tinggal di blok K/22 A Wonorejo Asri, Rungkut, sejak tahun 2010. Pasangan ini memiliki 4 anak, terdiri 2 laki-laki dan 2 perempuan. Keempat anak diajak ikut beraksi di gereja.

Tetangga, Unjung Susilo, mengatakan, Dita dikenal warga sebagai sosok santun dan ramah. Sehari-hari dia dia menjadi distributor herbal.

“Dari cara berpakaiannya biasa, tidak ada yang mencurigakan,” kata Unjung.

Unjung terakhir bertemu Dita kemarin saat pulang dari musala. “Beliau selalu menyapa, tak berbicara banyak. Tapi selalu menyapa,” kata Unjung yang tinggal blok J Wonorejo Asri ini kepada detikcom di lokasi, Minggu (13/5/2018).

Sementara istrinya, Puji, dikenal jarang ke luar rumah. “Nggak pakai cadar, yang sering keluar adalah dua anaknya yang perempuan, main sepeda keliling kompleks,” lanjut Unjung.

Dita dan istri mengajak anak-anaknya beraksi di 3 gereja. Usai kejadian, polisi menggeledah rumah keluarga ini. Ada 4 bom di tempat tersebut dan diledakkan polisi. Selain itu juga ditemukan busur panah.

sumber detikcom dan berbagai sumber lainnya.

Sepintas terlihat seperti keluarga bahagia, tapi sapa nyana virus ideologis bisa menjadi penyesat yang nyata , apalagi kalau wawasannya sempit dan terindoktrinasi di lorong-lorong gelap ideologi yang gak jelas juntrungannya (lorong ghoiril magdhubi). Makanya satu keluarga pun bisa terpapar virus keyakinan dan idelologi yang keblinger mirip para penganut pendeta jim jones atau sekte keblinger lainnya yang mau saja bunuh diri dengan harapan segera masuk surga.Barangkali itu yang ada di pikiran mereka sehingga jiwa merekapun tergelincir diantara yang buruk dan baik seperti dilansir di surat as Syam “….dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. (8), sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, (9) an sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (10)”.
Please follow and like us:

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.