adminch Januari 15, 2018

Di siang bolong yang mendung tgl 15/1/2018, tiba-tiba Selasar atap Tower II Bursa Efek Indonesia (BEI), Senayan, Jakarta, roboh. Puing-puing pun menimpa sejumlah orang yang berada di bawahnya. Beberapa kafe warung rusak parahj misalnya starbuck cafe .

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.10 WIB, Senin (15/1/2018). Belum diketahui penyebab robohnya langit-langit Tower II itu.

Sejumlah orang yang diduga tertimpa puing langsung dievakuasi ke luar BEI. Mereka dibawa ke rerumputan di dekat jalan.

Ambruknya selasar di Tower II Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakibatkan banyak korban luka. Direktur Utama BEI Tito Sulistio meminta maaf atas hal ini.

“Hampir semuanya (korban luka) mahasiswa yang sedang berkunjung. Kita minta maaf atas musibah ini,” kata Tito kepada wartawan, Senin (15/1/2018).

Tito ikut membantu evakuasi korban luka dari BEI. Dia menyebut ada sekitar 20 orang yang terluka. 

“Saya pastikan tidak ada korban jiwa,” ucapnya.

Ada puluhan korban yang terluka akibat kejadian ini. Mayoritas mahasiswa Universitas Bina Darma Palembang yang sedang berkunjung. Korban luka dibawa ke 3 rumah sakit.

Gedung itu sendiri selesai dibangun pada 1998.

Bursa Efek Indonesia atau Indonesia Stock Exchange (IDX) sebelumnya dikenal sebagai Bursa Efek Jakarta (BEJ). Namun, sejak digabungkan dengan Bursa Efek Surabaya (BES) pada 2007, namanya menjadi BEI. 

Dikutip dari situs SCBD, pembangunan Tower I dan podium BEI selesai pada 1994, sedangkan Tower II selesai pada 1998. Manajemen pembangunan adalah PT First Jakarta International, dengan luas area proyek 25.280 meter persegi.

“Pembangunan gedung Bursa Saham (IDX) Indonesia, sebelumnya dikenal sebagai Bursa Efek Jakarta (JDX), dikenal sebagai ikon menara kembar, tempat beroperasinya perusahaan kelas dunia, seperti lembaga keuangan multinasional dan perusahaan energi. Keberadaan BEI mengubah SCBD sebagai pusat keuangan dan bisnis terkemuka di Jakarta,” demikian penjelasan di situs SCBD yang dikutip detikcom, Senin (15/1/2018).

Ambruknya selasar lantai 1 BEI terjadi sekitar pukul 12.10 WIB. Saat selasar ambruk, terdengar suara kencang yang sempat dikira ledakan. Polisi sudah memastikan selasar ambruk bukan karena ledakan.

Jumlah korban luka yang ditangani RS Siloam, Semanggi, Jakarta bertambah menjadi 30 orang. Ada sejumlah orang yang diduga mengalami patah tulang karena selasar ambruk di Tower II BEI.

“Teregistrasi 30 orang. Dugaan patah tulang 3 orang, satu orang dipastikan patah tulang,” ujar Head of Business Development RS Siloam, Triana Tambunan kepada wartawan di RS Siloam, Senin (15/1/2018).

Saat ini para korban ditangani tim medis di IGD. Namun pihak RS Siloam menyiapkan ruang khusus di lantai 23 untuk penanganan korban selasar BEI ambruk.

Polri memastikan ambruknya selasar atap Tower II Bursa Efek Indonesia (BEI) bukan karena bom. Penyebab ambruknya selasar tersebut masih diselidiki.

“Pukul 12.20 WIB ada lantai yang roboh. Saat ini sudah diantisipasi oleh petugas internal gedung dan Polri. Bahwa sampai saat ini dapat dipastikan ini bukan karena bahan peledak atau bom,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di lokasi, SCBD, Jakarta, Senin (15/1/2018).

Ambruknya selasar lantai 1 BEI terjadi sekitar pukul 12.10 WIB. Saat selasar ambruk, terdengar suara kencang yang sempat dikira ledakan.

Kebanyakan korban adalah mahasiswa Bina Darma Palembang yang sedang melakukan kunjungan.

berbagai sumber

Please follow and like us:

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.