adminch Januari 8, 2018

Polda Jabar berhasil mengungkap kasus video porno bocah lelaki dan perempuan dewasa. Perekam video tak bermoral itu telah ditangkap.

“Berdasarkan hasil penyelidikan dari beredarnya video di media sosial yang konteksnya tadi masuk ranah hukum, maka dilalukan penyelidikan bahwa benar lokasinya ada di Bandung. Dari penyelidikan kita bisa tangkap pelaku perekam video,” ucap Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto saaat rilis pengungkapan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Senin (8/1/2018).

Tim gabungan Polda Jabar dan Polrestabes Bandung juga turut menangkap perekam video. Sang ‘sutradara’ yang diketahui bernama Muhammad Faisal Akbar, ditangkap di kediamannya di Bandung pada Minggu (7/1) kemarin.

“Dari hasil ini kita akan tingkatkan ke penyidikan,” katanya.

Agung menjelaskan Faisal merupakan aktor utama dalam video itu. Pria itu merekam dan mengarahkan gaya kepada bocah dalam video tersebut. Dua video yang tersebar selama ini, direkam oleh Faisal.

“Dari dua video yang tersebar yang merekamnya satu orang dan sama,” ucap Agung.

Video tak senonoh yang ‘diproduksi’ Faisal tersebar di medsos sejak beberapa hari terakhir. Terdapat dua video yang memperlihatkan adegan ranjang bocah dengan perempuan dewasa di sebuah kamar diduga hotel. Sungguh kelakuan tak bermoral.

“Dilakukannya di dua hotel di Bandung. Setelah kita cek ternyata kamar hotel identik dengan yang ada di video,” ujar Agung.

Diketahui Orang Tua Si Bocah?

Hasil analisa sementara Polda Barat terhadap video kejahatan pornografi anak yang beredar pekan lalu mengindikasikan bahwa rekaman video itu disaksikan dan sepengetahuan orang tua salah-satu anak yang menjadi koban.

Bahkan, menurut Direktur Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Pol Umar Surya Fana, sang ibu ikut mengarahkan adegan pembuatan film yang diindikasikan sebagai tindakan paedofilia tersebut.

“Dari bahasa ngomongnya antara anak dengan salah satu perempuan yang di menit ke sekian, itu ibu kandungnya sendiri. Di satu TKP (tempat kejadian perkara), ibu kandungnya ada di dalam kamar menyaksikan, bahkan mengarahkan anaknya sendiri. Satu TKP lagi, diduga ibunya ada di luar kamar,” kata Direktur Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Pol Umar Surya Fana kepada wartawan, Sabtu (06/01), seperti dilaporkan wartawan di Bandung, Julia Alazka untuk BBC Indonesia.

Pekan lalu, pengguna media sosial dan sebagian masyarakat dikejutkan peredaran video pornografi anak yang diperankan beberapa bocah laki-laki -diduga berusia sekitar 10-12 tahun- dengan seorang perempuan dewasa.

Para pegiat anti kekerasan seksual terhadap anak-anak menyatakan terungkapnya video kejahatan pornografi anak ini menunjukkan adanya pergeseran modus yang semula korbannya adalah anak perempuan.

Lembaga pegiat eksploitasi seksual komersial anak, ECPAT Indonesia, juga menduga kuat “ada keterlibatan sidikat industri seks” di balik pembuatan video tersebut yang disebut “ingin mempromosikan hubungan seksual antara anak-anak dengan orang dewasa”.

Anak jalanan kota Bandung

Dalam keterangan kepada wartawan di Bandung, Sabtu (06/01), Polda Jabar telah menganalisa tiga video pornografi anak dan kamera pengawas (CCTV) di dua hotel yang diduga sebagai lokasi pembuatan tersebut.

Ketiga video itu terdiri dari satu video yang berdurasi sekitar satu jam 11 menit dan dua video pendek yang masing-masing berdurasi dua dan 2,5 menit, kata polisi.

Sampai Sabtu (06/01), tim penyidik Polda Jabar telah menyita sejumlah barang bukti di dua hotel di Bandung yang disebut identik dengan barang yang ada di video, seperti lukisan, bantal, sprei, meja, dan kursi.

Direktur Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Pol Umar Surya Fana menjelaskan, penyidik telah memastikan bahwa tiga anak yang diduga menjadi korban adalah anak-anak jalanan yang berdomisili di kota berjuluk kota kembang ini. Korban berusia antara 7 hingga 13 tahun, katanya.

“Dari cara ngomongnya, gaya bahasa Sunda, bahasa Sundanya anak-anak Bandung. Kita pastikan anak-anak berumur, kurang lebih 7 tahun, 10 tahun, dan 13 tahun. Dan tiga-tiganya tidak bersaudara,” ungkap Umar.

Dijual ke komunitas paedofil, kata polisi

Selain mengindikasikan keterlibatan orang tua anak-anak yang menjadi korban, menurut Umar, ada indikasi video itu dibuat secara professional oleh sindikat tertentu.

Hal itu, sambungnya, terlihat dari juru kamera yang mampu mengarahkan para pemain, yakni si korban maupun pelaku perempuan dewasa.

Di hadapan wartawan, Umar Surya Fana mengindikasikan bahwa video itu diproduksi untuk kemudian dijual ke komunitas paedofil.

“Indikasinya seperti itu. Cuma kita masih dalami, apakah dijualnya untuk komunitas dalam negeri atau luar negeri,” katanya.

Dengan motif seperti itu, Polda Jabar mengakui terungkapnya video ini kemungkinan menunjukkan ada pergeseran konsumen terkait kejahatan seksual anak.

Biasanya, lanjut Umar, korbannya adalah anak perempuan dengan pelaku pedofil laki-laki dewasa atau anak laki-laki dengan pedofil laki-laki dewasa.

Namun untuk kasus ini, korban adalah anak laki-laki dengan pelaku wanita dewasa.

“Ini mungkin ada pergeseran demand (permintaan) Karena seperti kita tahu, tidak ada penyediaan jasa atau barang, tanpa ada pesanan atau demand-nya. Ini tampaknya, demand-nya agak bergeser sekarang, pelaku pedofilinya perempuan dewasa, korbannya anak laki-laki,” kata Umar.

Polisi memburu pembuat video

Umar memperkirakan, video ini dibuat tidak hanya di dua hotel tersebut tapi juga di beberapa hotel lainnya.

Saat ini, penyidik Polda Jabar sedang memburu pembuat video dan para tersangka lainnya. Polda Jabar juga membentuk tiga tim untuk menangkap para tersangka, sekaligus mencari para korban.

Umar mengaku telah mengantongi identitas para tersangka. “Ada identifikasi yang sudah kita dapat, misalnya tato di tangan, di paha, kemudian karateristik wajah. Kita sudah sebar, mudah-mudahan dalam, satu dua hari ini, kita sudah dapat,” beber Umar.

Video ini diduga melibatkan seorang laki-laki pembuat video, dua orang perempuan dewasa pelaku video porno, dua orang ibu korban, dan tiga anak laki-laki yang menjadi korban, kata polisi.

Video asusila ini muncul dan menyebar di masyarakat setelah tersebar di internet.

Polda Jabar Rilis Kasus Video Porno Bocah-Perempuan Hari Ini

Pelaku video mesum tak bermoral antara bocah dan perempuan dikabarkan sudah tertangkap. Kasus ini akan dirilis Polda Jawa Barat.

“Ya, pagi ini kita rilis,” ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus via pesan singkat, Senin (8/1/2018) .

Meski begitu, Yusri belum mau mengungkapkan secara lengkap terkait kasus tersebut. Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto yang akan merilis kasus tersebut di Mapolda Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Bandung pada pagi ini.

“Rencananya oleh Bapak Kapolda,” imbuh Yusri.

Seperti diketahui, beberapa waktu terakhir tersebar video porno tak bermoral di media sosial (medsos) antara bocah dan perempuan dewasa. Video itu diidentifikasi direkam di dua hotel Kota Bandung.

Tim gabungan Polda Jabar dan Polrestabes Bandung bergerak. Dari hasil identifikasi video dan CCTV hotel, perekaman memang dilakukan di Bandung.

sumber bbc.com, detik.com

Please follow and like us:

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.