adminch November 13, 2017

Durian lokal Perwira, Siriwig, Bokor, dan Cangpis yang menjadi durian andalan Sinapeul, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, kini mulai musim petik namun keberadaannya sering tutup oleh banjirnya durian ‘impor’ dari Jawa Tengah/Timur dan Lampung.

Kendati demikian kedua durian andalan tersebut tetap menjadi tujuan para penggemar durian yang datang dari berbagai daerah, karena mereka bisa membedakan antara durian impor dengan durian perwira atau cangpis.

Durian Sinapeul merupakan durian lokal asli Majalengka yang banyak diburu pecinta durian dari berbagai daerah. Durian lokal ini dikenal sebagai Durian Sinapeul karena banyak terdapat di Blok Sinapeul bahkan hingga di atas bukit pun didominasi dengan pohon durian. Kebayang kan pas musim durian tiba, kampung ini pasti jadi lautan durian dan surga bagi kamu, durian lovers. Bulan Desember ini, Majalengka akan mengadakan pesta duren. Nah kenali duren apa saja yang bisa ditemui.

Menurut keterangan para pedagang dan petani durian di Sindangwangi ada tiga varietas yang dikembangkan para petani yakni durian Perwira yang sudah mendapat sertifikat sebagai durian unggulan dan bibit induknya asli berasal dari Sindangwangi, varietas Cangpis, dan Matahari.

Keunggulan dari durian Perwira adalah berwarna kuning, kulitnya tebal namun bijinya tipis bahkan nyaris tanpa biji. Untuk varietas Cangpis kulitnya merah dan tebal. Untuk kedua varietas ini rasanyapun khas dan mungkin tidak akan ditemukan di daerah lain baik Lampung ataupun Jawa yang juga dikenal produksi duren.

“Varietas Cangpis ini singkatan daring cangkang ipis, maksudnya kulit luarnya tipis namun kulit dalamnya tebal dan merah. Sedangkan varietas Matahari meskipun manis hanya kulitnya tipis sehingga dianggap bukan durian andalan,” kata petani yang juga pedagang durian Wapidi.

Untuk varietas Cangpis walapun ukuran duriannya kecil harganya lumayan mahal mencapai Rp 50.000 hingga Rp 60.000 per biji, demikian juga untuk varietas Perwira.

Menurut Wapidi dan Marja, kedua varietas durian unggulan ini sudah dibudidayakan sejak 15 tahun yang lalu, namun baru disadari petani sebagai durian unggulan belakangan ini sekitar 5 tahun yang lalu.

“Untuk varietas Perwira kini sudah banyak usia tanam lima tahun sudah bisa berbuah,” ungkap Wapidi yang kini menanam sekitar 50 pohon.

Menurut Marja musim durian di wilayahnya sudah mulai berlangsung sejak bulan Desember lalu dan diperkirakan bakal selesai pada bulan Maret mendatang. Tak heran bila sekarang banyak kios-kios durian yang tumbuh di pinggir jalan selain itu, penjual bakulan pun marak.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Majalengka Nadisha Hanna Haritztin disertai Kasie Hortikultura Dedeh Sri A, mengatakan di Kabupaten Majalengka ada tiga kecamatan yang menjadi sentra durian, masing-masing Kecamatan Sindangwangi, Rajagaluh, dan Leuwimunding. Tiga kecamatan lainnya seperti Banjaran, Lemahsugih, dan Sindang menjadi daerah pengembangan.

Di daerah-daerah tersebut kini menjadi pusat pengembangan durian unggulan Majalengka yang sudah mendapat pengakuan dari Kementerian Pertanian, yakni varietas perwira, siriwig, bokor sedangkan varietas cangpis meski sudah dikembangkan petani belum mendapat pengakuan, saat ini baru akan dilakukan uji rasa untuk mendapatkan hak paten seperti varietas lainnya.

sumber : pikiran-rakyat.com

Please follow and like us:

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.