adminch Oktober 19, 2017

Setelah 37 tahun berdiri, Restaurant Rindu Alam Puncak akan dibongkar. Pelebaran jalan puncak mengharuskan warung, toko dan restaurant disekitarnya akan dibongkar. Restoran legenda ini menawarkan pengalaman makan ditemani pemandangan yang mempesona. Rindu Alam menyajikan beragam menu khas Indonesia, khususnya makanan khas Sunda.

Tahun lalu, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan akan merobohkan aset pemerintah provinsi, yakni bangunan restoran Rindu Alam 1 yang berada di Puncak Pass, Bogor, untuk dijadikan ruang terbuka hijau.

Restoran Rindu Alam merupakan aset pemerintah yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga dengan skema pinjam-pakai BOT (build-operate-transfer). Tahun 2015 yang lalu,  kontrak kerja sama itu berakhir dan tahun ini Restoran legendaris kawasan puncak itu akhirnya akan lenyap. Selain itu, jalan tol Cipularang juga menyebabkan orang lebih suka melalui tol ketimbang puncak yang macet. Aneka destinasi kuliner baru juga bermunculan di Puncak. Apalagi Puncak kini semakin macet dan menguras tenaga wisatawan. Walhasil, pengunjung Rindu Alam jauh berkurang. Di masa jayanya, karyawan Rindu Alam mencapai 130 orang, saat ini sudah berkurang jauh hanya sekitar 80 orang saja.

Restoran Rindu Alam didirikan tahun 1980 oleh almarhum Letjen Ibrahim Adjie, mantan Pangdam III Siliwangi. Saat itu kebun teh di Puncak belum penuh dengan aneka warung jagung bakar yang menghalangi pemandangan. Rindu Alam menjadi destinasi wisata kuliner akhir pekan dari generasi ke generasi. BJ Habibie, Gus Dur, Megawati, JK, Pak SBY tercatat pernah makan di restoran ini.

Pembongkaran restoran Rindu Alam sengaja dilakukan agar menjadi contoh bagi pemilik bangunan di kawasan Puncak, yang pembangunannya menyalahi peruntukan tata ruang.

Restoran Rindu Alam dirintis Ibrahim Adjie dan DS Mangkuto pada 1980. Adjie adalah mantan Panglima Kodam Siliwangi. Sedangkan, Mangkuto adalah pemilik Roda, restoran minang di Cipanas.

Restaurant rindu Alam bagi sebagian orang, punya banyak kenangan. Sebelum restoran berdiri, lokasi itu sudah dikenal sebagai Rindu Alam. Bahkan, sejak zaman Belanda, lokasi ini selalu menjadi tempat persinggahan. Dulu terdapat bangunan kecil peninggalan Belanda yang terbuat dari batu kali.

Udara segar khas kawasan Puncak memang memang menjadi daya tarik wisatawan. Terlebih lagi Restoran Rindu Alam yang terletak di Puncak Pass.  Pemandangan hamparan bukit hijau dan dua gunung yang sangat memesona bakal membuatmu takjub.

Biasanya, restoran Rindu Alam buka mulai pukul 10.00 hingga 23.00. Beragam sajian khas seperti ikan gurame, udang, kerang hijau, ayam goreng, pepes ikan mas, sayur asam, dan lain-lain. Harganya bervariasi mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 125 ribu. Minumannya pun tak kalah beragam, kamu bisa menikmati jus, kopi, STMJ, teh, bahkan bir. Harganya sekitar Rp 6.000 hingga Rp 50 ribu.

Ada beberap amenu khas Rindu Alam, misalnya Campur Sari, berupa platter besar berisi teri cabe hijau ala Padang, disatukan dengan ayam dan udang goreng dan telur bebek goreng. Satu platter besar ini dimakan ramai-ramai sekeluarga.

CampurSari ala Rindu Alam

Menu khas lainnya adalah kambing guling, sup ikan, ikan mas kecil cabe hijau dan es kopyor. Sisanya adalah menu khas restoran yang ngetop tahun 1980-an macam ayam goreng mentega, nasi goreng telur gulung, udang goreng asam manis atau malah menu yang mulai jarang macam pepes bambu bakar.

Kambing Guling, ikan mas anak, sup ikan dan campur sari beberapa menu khas Rindu Alam, sumber detik traveler

Good bye Rindu Alam…

ChNN Berbagai sumber

Please follow and like us:

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.